WORKSHOP KURIKULUM CINTA, PIAUD STAIN SAR KEPRI PERKUAT KUALITAS PEMBELAJARAN RA TANJUNGPINANG
Prodi PIAUD: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Cinta dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Raudhatul Athfal (RA) Se-Kota Tanjungpinang, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Program Studi melalui skema Litapdimas Kementerian Agama dan diikuti oleh sekitar 100 guru RA yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Tanjungpinang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya unsur Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Pengawas Madrasah jenjang RA/MI, jajaran pimpinan STAIN SAR Kepri, serta pengurus dan anggota IGRA Kota Tanjungpinang.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Tanjungpinang, Dr. H. Erizal, M.H., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Kota Tanjungpinang, H. Zahid, S.Ag., yang hadir sekaligus menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, H. Zahid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop yang menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi guru RA. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidik sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran mampu memberikan pengalaman yang bermakna serta mendukung perkembangan anak secara optimal.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pengawas Madrasah jenjang RA/MI, Dra. Hj. Ida Rozalina, M.Pd.I., yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan mutu pembelajaran di lingkungan Raudhatul Athfal. Kehadiran unsur pengawas madrasah, Kementerian Agama, perguruan tinggi, dan IGRA menjadi bagian dari sinergi bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam anak usia dini di Kota Tanjungpinang.
Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, M.Ag., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Cinta. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Azni, M.Ag. menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan PkM yang digagas oleh Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan tahapan penting dalam membangun fondasi karakter dan kepribadian anak. Karena itu, guru RA memiliki peran strategis dalam memberikan keteladanan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, kepedulian, dan akhlak kepada anak sejak usia dini. Setelah menyampaikan sambutan, Prof. Dr. Azni, M.Ag. secara resmi membuka kegiatan workshop.
Ketua Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri, Nadya Nela Rosa, M.Psi., yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Program Studi melalui skema Litapdimas Kementerian Agama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi Program Studi PIAUD dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Menurut Nadya, kegiatan ini dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus penguatan kompetensi bagi para guru RA agar mampu mengimplementasikan Kurikulum Cinta dalam proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini. “Kami ingin membangun sinergi antara perguruan tinggi dengan para pendidik RA. Harapannya, apa yang diperoleh dalam workshop ini dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing,” ungkapnya. Nadya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, pengawas madrasah, IGRA Kota Tanjungpinang, narasumber, serta seluruh peserta yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Workshop menghadirkan Dr. Issaura Dwi Selvi, M.Pd. sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai Implementasi Kurikulum Cinta dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Raudhatul Athfal. Dalam pemaparannya, Dr. Issaura Dwi Selvi, M.Pd. memberikan penguatan kepada para guru mengenai pentingnya menerjemahkan nilai-nilai cinta ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Kurikulum Cinta tidak hanya dipahami sebagai sebuah konsep, tetapi perlu diwujudkan melalui keteladanan guru, pembiasaan positif, kegiatan bermain, interaksi sosial, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membantu membentuk anak yang memiliki kasih sayang, empati, kepedulian, sikap saling menghargai, serta karakter dan akhlak yang baik sejak usia dini.
Antusiasme sekitar 100 guru RA yang tergabung dalam IGRA Kota Tanjungpinang terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti rangkaian workshop dengan aktif dan mendapatkan wawasan serta strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di RA masing-masing. Melalui kegiatan PkM Berbasis Program Studi ini, PIAUD STAIN SAR Kepri berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan Kementerian Agama, pengawas madrasah, IGRA, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan Kurikulum Cinta secara nyata dan berkelanjutan, sehingga pembelajaran di Raudhatul Athfal semakin berkualitas, humanis, menyenangkan, serta mampu membentuk generasi anak usia dini yang berkarakter dan berakhlak mulia. (Nadya)





































