Kuliah Tamu PIAUD STAIN Kepri Kupas Strategi Pengelolaan Pembelajaran untuk PDBK di Sekolah dan Madrasah Inklusif

Prodi PIAUD : Prodi PIAUD STAIN Kepulauan Riau menyelenggarakan kuliah tamu dan pembinaan mahasiswa bertema “Pengelolaan Pembelajaran bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) di Sekolah/Madrasah Inklusif.” Acara ini berlangsung pada Jumat, 1 November 2024, di Auditorium Razali Jaya, Gedung Rektorat STAIN Kepri, sebagai hasil kolaborasi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Eri Farihah, S.Ag., M.Pd., fasilitator nasional pendidikan inklusi, menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, Eri menegaskan bahwa pendidikan inklusif memberi peluang bagi semua anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), untuk belajar bersama di sekolah yang sama, tanpa hambatan diskriminasi. Hal ini bertujuan mengoptimalkan potensi peserta didik di lingkungan yang mendukung keberagaman.

Eri juga menjelaskan bahwa pendidikan inklusif di madrasah bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang menerima keberagaman identitas siswa. “Madrasah dapat mengatasi eksklusi pendidikan dan menghapus diskriminasi terhadap siswa dengan disabilitas atau kebutuhan khusus lainnya,” ujar Eri. Ia menambahkan bahwa pendidikan inklusif di Indonesia merupakan bagian dari komitmen global, seperti yang diamanatkan dalam Deklarasi Salamanca.

Lebih lanjut, Eri memaparkan dua prinsip utama pendidikan inklusif: penghapusan hambatan diskriminasi dan fleksibilitas dalam pembelajaran melalui Universal Design for Learning (UDL). Penghapusan hambatan bertujuan memastikan pendidikan inklusif bebas dari diskriminasi, sedangkan UDL menawarkan metode pembelajaran yang fleksibel agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi.

Eri juga mengulas sejarah perkembangan pendidikan inklusif di madrasah Indonesia, yang dimulai dari inisiatif penerimaan siswa berkebutuhan khusus. Kementerian Agama, dengan dukungan UNICEF, memperkuat program ini melalui pembentukan Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) pada 2020 dan peluncuran Deklarasi Serpong sebagai landasan pendidikan inklusif.

Ketua Prodi PAI, Ramli Muasmara, M.Pd.I., membuka kegiatan dengan apresiasi terhadap penyelenggaraan kuliah tamu ini. Ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami pendidikan inklusif sebagai wujud penerapan nilai kesetaraan dalam pendidikan tanpa memandang latar belakang atau kebutuhan khusus siswa.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh wawasan mendalam tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman dan mendukung potensi semua peserta didik, memperkuat kesiapan mereka sebagai calon pendidik di masa depan.(Abror/Luluk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *