WEBINAR INTERNASIONAL PIAUD MENJADI LANGKAH NYATA IMPLEMENTASI MOU STAIN SAR KEPRI DAN SAMAKKEETHAMWITYA SCHOOL THAILAND
Prodi PIAUD: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan kiprahnya dalam pendidikan melalui kegiatan MoU STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bersama Samakkeethamwitya School Thailand yang dirangkaikan dengan Webinar Internasional pada Kamis, 18 Juni 2026 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini mengusung tema “Exploring Deep Learning and Active Learning through Malay Cultural Perspectives: Insights from Indonesia and Thailand” yang berfokus pada penguatan paradigma pembelajaran abad ke-21 dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Melayu serta pendekatan pembelajaran mendalam dan aktif dalam konteks pendidikan anak usia dini.
Acara ini dihadiri oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., Ketua Prodi PIAUD Nadya Nela Rosa, M.Psi., para dosen STAIN Kepri, Ketua Yayasan Darul Iktisom, Muhammad Awalee Buenae, para guru dari Samakkeethamwitya School Thailand, para guru se-Kota Tanjungpinang, mahasiswa PIAUD STAIN Kepri, serta dari UIN Walisongo.
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Iktisom, Muhammad Awalee Buenae, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia dan Thailand Selatan merupakan serumpun yang memiliki akar budaya Melayu yang sama. Menurutnya, meskipun masyarakat Muslim di Thailand hidup sebagai kelompok minoritas, mereka tetap memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang kuat dengan masyarakat Melayu di Indonesia. Secara kewarganegaraan mereka adalah warga Thailand, namun tetap menjadi bagian dari komunitas Muslim yang menjaga identitas dan tradisi Melayu di wilayah tersebut.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Mus-ab Buenae, S.Psi., M.Psi. dari Thailand yang membahas tentang Exploring Deep Learning and Active Learning Through Malay Cultural Perspectives. Beliau memaparkan sejarah dan identitas masyarakat Melayu di Thailand Selatan, khususnya Patani, serta menekankan pentingnya integrasi budaya dalam proses pembelajaran untuk membentuk pemahaman yang mendalam dan bermakna bagi peserta didik.
Materi kedua disampaikan oleh Lina Eka Retnaningsih, M.Pd. yang mengangkat topik Exploring Deep Learning in Early Childhood Education. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada anak, aktif, dan bermakna melalui pendekatan deep learning yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, serta penguatan media pembelajaran inovatif di lingkungan PAUD.
Selanjutnya, Mhd. Abror, M.Ag. menyampaikan materi berjudul Deep Learning dan Active Learning dalam Perspektif Hadis Nabi dan Budaya Melayu: Membangun Paradigma Pembelajaran Islam Abad ke-21. Beliau menekankan bahwa konsep pembelajaran modern memiliki keselarasan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW serta tradisi pendidikan Melayu yang menekankan adab, musyawarah, dan pembentukan karakter.
Perwakilan peserta, Dewi Nurzela, menyampaikan tanggapan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru tentang pembelajaran mendalam dan aktif dengan nilai budaya dan keislaman. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam konteks internasional.
Menutup kegiatan, Ketua Prodi PIAUD, Nadya Nela Rosa, M.Psi menyampaikan harapan agar kerja sama antara STAIN Sultan Abdurrahman Kepri dan Samakkeethamwitya School Thailand dapat terus berlanjut dan berkembang. Beliau juga berharap mahasiswa PIAUD semakin aktif dalam kegiatan akademik internasional serta mampu mengimplementasikan konsep pembelajaran berbasis budaya dalam dunia pendidikan anak usia dini.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional antara STAIN Kepri dan Samakkeethamwitya School Thailand, serta menjadi langkah awal pengembangan inovasi pembelajaran di Prodi PIAUD. Selain itu, seluruh peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi global namun tetap berakar pada budaya lokal dan nilai-nilai Islam.(NR/ZS/AJ)


































