Mahasiswa PIAUD STAIN Kepri Jejaki Jejak Hadis di Naskah Melayu dalam Studi Lapangan Bermakna di Museum Tanjungpinang
Prodi PIAUD: Sebagai wujud pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan studi lapangan bertajuk “Penelusuran Hadis-Hadis Nabi yang Ditulis dalam Naskah Melayu Kepulauan Riau” pada Sabtu, 15 Juni 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kota Tanjungpinang ini menjadi bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Studi Qur’an dan Hadis yang diampu oleh Mhd. Abror, M.Ag.
Mahasiswa Semester II-A Prodi PIAUD turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan penuh antusias. Studi lapangan ini dirancang untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif, sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada kekayaan intelektual lokal berupa manuskrip Melayu yang mengandung teks-teks hadis Nabi. Hal ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang telah diintegrasikan secara konsisten dalam sistem pembelajaran di Prodi PIAUD.
Mhd. Abror, M.Ag. menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting dalam memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap studi hadis secara nyata. “Dengan melihat langsung naskah-naskah yang ditulis dan memuat hadis-hadis Nabi, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tetapi juga menyentuh warisan peradaban Islam lokal. Ini adalah bagian dari upaya kami memperkuat pembelajaran berbasis OBE dan pelaksanaan nyata MBKM,” jelasnya.
Pihak Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kunjungan akademik dari STAIN Sultan Abdurrahman. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali khazanah naskah Melayu yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Kami merasa terhormat menerima sertifikat penghargaan dari pihak kampus dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujar perwakilan museum.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini pun menyampaikan kesan positif. “Studi lapangan ini membuka cakrawala baru bagi kami. Melihat langsung manuskrip asli membuat pembelajaran hadis menjadi lebih hidup dan bermakna. Kami belajar bahwa pelestarian naskah kuno adalah bagian penting dari kajian keilmuan Islam,” tutur salah satu mahasiswa peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pihak museum atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk memahami teori-teori hadis, tetapi juga untuk mempraktikkannya secara langsung dalam konteks budaya lokal. Mereka diharapkan mampu menganalisis keotentikan dan makna hadis dalam manuskrip Melayu, sekaligus memperkuat kompetensi akademik mereka sesuai dengan capaian pembelajaran berbasis OBE. (MA/LF/Gby)




































