Kuatkan Kolaborasi Akademik, Dosen STAIN Kepri Hadirkan Gagasan Pola Asuh Qur’ani di Konferensi Nasional PPIAUD

Menguatkan Kolaborasi Akademik, Dosen STAIN Kepri Hadirkan Gagasan Pola Asuh Qur’ani di Konferensi Nasional PPIAUD

Prodi PIAUD : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi dosennya, Mhd. Abror, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Prodi PIAUD, sebagai pemateri dalam Konferensi Nasional PPIAUD Indonesia yang digelar pada Senin, 2 Juni 2025 di Hotel Asyana Kemayoran, Jakarta Pusat.

Konferensi nasional yang mengangkat tema “Mengarustamakan Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Indonesia” ini mempertemukan para akademisi, ketua, dan sekretaris Prodi PIAUD dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi dan pertukaran gagasan ilmiah.

Dalam sesi panel paralel, Mhd. Abror memaparkan hasil riset berjudul “Telaah Kontekstual Pola Asuh dalam Perspektif Al-Qur’an di Era Digital”, yang ditulis bersama tim peneliti: Nadya Nella Rosa, Lina Eka Retnaningsih, Herman Taufik, dan Abrillia Jasandra. Penelitian ini menyoroti urgensi penerapan pola asuh berbasis Al-Qur’an yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi perubahan sosial dan penetrasi teknologi digital di tengah kehidupan anak-anak.

“Forum ini menjadi sarana penting untuk memperluas jaringan akademik dan memperkuat kolaborasi antar dosen PIAUD se-Indonesia. Antusiasme peserta menunjukkan semangat kolektif dalam membangun pendidikan anak usia dini yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Abror.

Ia juga menyampaikan harapan agar karya ilmiah yang dipresentasikan dapat memperkaya khazanah literatur pendidikan anak usia dini dan menjadi sumber rujukan praktis dalam pengembangan model pembelajaran yang islami dan kontekstual.

Pihak panitia konferensi mengapresiasi seluruh pemakalah atas kontribusi ilmiahnya dan menegaskan bahwa forum ini berhasil menjadi ruang ilmiah yang produktif dan kolaboratif.

“Kami berharap makalah yang disampaikan mampu menjawab berbagai tantangan dalam dunia pendidikan anak usia dini, khususnya melalui pendekatan keislaman yang kontekstual dan adaptif terhadap era digital,” kata salah satu panitia.

Lebih jauh, konferensi ini juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di bidang PIAUD, mempererat jejaring antar institusi, dan mendorong penerapan hasil penelitian dalam kebijakan serta praktik pendidikan anak usia dini yang transformatif di Indonesia. (MA/LF/Gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *